Sabtu, 02 Mei 2026

Menguak Rahasia Kelam Skull and Bones: Siapa Saja Sosok Berkuasa di Balik Layarnya?

Karena memiliki anggota yang berpengaruh dan ritual yang tertutup, perkumpulan Skull and Bones telah lama dikaitkan dengan berbagai teori konspirasi yang kelam.

Legenda mengatakan bahwa pada tahun 1918, di tengah kegelapan malam, seorang mahasiswa Yale bernama Prescott S. Bush membongkar makam Geronimo. Bush, bersama beberapa rekannya, membawa tengkorak dan dua tulang pemimpin Apache termasyhur tersebut ke Universitas Yale di New Haven, Connecticut. Hingga kini, peninggalan itu dikabarkan terpajang di markas salah satu perkumpulan rahasia paling misterius di Amerika.

Geronimo

Geronimo (1829–1909) adalah pemimpin dan dukun terkemuka dari suku Apache Chiricahua yang terkenal karena perlawanan gigihnya melawan ekspansi Meksiko dan Amerika Serikat di Arizona. Ia memimpin pengikutnya dalam pertempuran selama beberapa dekade untuk mempertahankan tanah leluhur mereka sebelum akhirnya menyerah pada tahun 1886.

Prescott Bush, ayah dari Presiden George H.W. Bush sekaligus kakek dari George W. Bush, adalah seorang anggota Bonesman. Ia, bersama rekan-rekannya, tergabung dalam sebuah klub elite di Universitas Yale yang dikenal sebagai perkumpulan Skull and Bones.

Sepanjang sejarah, deretan tokoh paling terkemuka di Amerika Serikat merupakan bagian dari Bonesman. Mereka adalah mahasiswa pilihan dari angkatan sarjana Yale yang dikurasi secara ketat untuk bergabung dalam lingkaran elite tersebut. Selain keluarga Bush—di mana George H.W. Bush dan George W. Bush mengikuti jejak Prescott selama mereka kuliah di sana—anggotanya mencakup ratusan pejabat pemerintah, seperti mantan Menteri Luar Negeri John Kerry, hingga pesohor dari industri hiburan seperti aktor Paul Giamatti.

Terlepas dari deretan alumni ternama dan segelintir legenda urban yang beredar, tak banyak informasi yang benar-benar diketahui mengenai perkumpulan yang sangat tertutup ini.

Didirikan pada tahun 1832—tepat 131 tahun setelah Universitas Yale pertama kali berdiri—perkumpulan ini lahir akibat perpecahan dalam beberapa organisasi yang sudah ada terkait sebuah acara penghargaan. Guna mengakhiri perselisihan tersebut, sejumlah anggota dari perkumpulan Linonia, Brothers in Unity, dan Calliopean memutuskan untuk memisahkan diri dari kelompok masing-masing dan membentuk organisasi baru yang bernama Skull and Bones.

Skull and Bones

William Huntington Russell dan Alphonso Taft mengambil inisiatif untuk mendirikan perkumpulan ini, dan bersama 12 anggota lainnya, mereka membentuk angkatan pertama. Sejak tahun 1832, setiap musim semi, organisasi ini memilih lima belas anggota baru dari mahasiswa tingkat tiga (junior), dan baru mulai melibatkan perempuan sejak awal tahun 90-an. Sosok-sosok yang dipertimbangkan biasanya adalah para pemimpin mahasiswa di kampus, serta nama-nama potensial yang dianggap dapat memberikan keuntungan bagi organisasi di masa depan.

Proses inisiasi dalam perkumpulan ini telah lama diselimuti kerahasiaan rapat, hingga memicu keyakinan banyak orang bahwa di dalamnya terdapat praktik okultisme, sihir hitam, bahkan hingga pengorbanan hewan.

Layaknya ketujuh perkumpulan lain yang ada di Yale, Skull and Bones juga memiliki markas sendiri. Dikenal secara luas dengan sebutan The Tomb, gedung Skull and Bones merupakan sebuah bangunan bergaya Gotik tanpa jendela yang berdiri di High Street, tepat di pinggir area kampus. Di sinilah para anggota berkumpul untuk mengadakan pertemuan dan berbagai acara internal.

Skull and Bones Hall, yang juga dikenal dengan sebutan The Tomb (Makam), merupakan markas besar dari perkumpulan Skull and Bones.

Gedung ini juga dirumorkan menjadi tempat persemayaman tulang-belulang Geronimo setelah dicuri oleh Prescott Bush. Tak hanya itu, tengkorak mantan presiden Martin Van Buren serta tokoh revolusioner Meksiko, Pancho Villa, juga dikabarkan tersimpan di sana.

Pancho Villa

Selain The Tomb, perkumpulan ini juga memiliki Deer Island, sebidang tanah kecil di tengah Sungai St. Lawrence. Meski kondisinya digambarkan cukup terbengkalai dan nyaris runtuh, pulau ini berfungsi sebagai tempat peristirahatan bagi para anggota untuk menghabiskan akhir pekan sambil 'merajut kembali tali persaudaraan' mereka.

Akibat kerahasiaan dan eksklusivitas ketat yang dijunjung tinggi oleh organisasi ini, Skull and Bones beserta para anggotanya telah lama menjadi sasaran berbagai teori konspirasi.

Beberapa pihak mengklaim bahwa kelompok ini adalah dalang di balik pembunuhan Kennedy dan pihak yang bertanggung jawab atas terciptanya bom nuklir. Ada pula yang menuduh bahwa mereka disokong serta dikendalikan oleh Illuminati, bahkan sampai diyakini memegang kendali penuh atas CIA (Badan Intelijen Pusat Amerika).

Meski sebagian teori itu terdengar tidak masuk akal, spekulasi tersebut tidak bisa sepenuhnya dianggap remeh mengingat profil para anggotanya yang sangat berpengaruh.

Presiden Taft, George H.W. Bush, dan George W. Bush, ketiganya merupakan anggota dari perkumpulan Skull and Bones.

Dalam berbagai lintasan sejarah, para anggota Skull and Bones tercatat pernah mengelola kekayaan keluarga-keluarga paling berpengaruh seperti Rockefeller, Carnegie, dan Ford. Anggota mereka pun sukses menempati posisi-posisi strategis di Council on Foreign Relations, raksasa media seperti Time, dan puncaknya, berhasil mengantarkan tiga kadernya menjadi Presiden Amerika Serikat—yakni William Howard Taft, selain dua generasi keluarga Bush.

Bahkan, pada Pemilihan Presiden tahun 2004, kedua kandidat baik dari Partai Republik maupun Demokrat—yaitu George W. Bush dan John Kerry—ternyata sama-sama merupakan anggota Skull and Bones.

Terlepas dari berbagai teori dan tuduhan yang ditujukan kepada mereka, para Bonesmen tetap bungkam mengenai apa yang sebenarnya terjadi di dalam lingkaran suci mereka. Baik Kerry maupun Bush pernah ditanya mengenai kehidupan mereka sebagai anggota Skull and Bones selama pemilu 2004, namun keduanya menolak untuk memberikan komentar

“Itu rahasia,” ujar Kerry, tanpa menambahkan penjelasan apa pun lagi.

“Begitu rahasia, hingga saya tidak bisa mengatakan apa-apa lagi,” tambah George W. Bush dalam otobiografinya.

Bisa jadi para anggota perkumpulan ini memang benar-benar sedang merencanakan konspirasi untuk menguasai dunia, atau bisa saja sebenarnya tidak ada hal istimewa yang terjadi di dalam The Tomb, dan para anggotanya hanya menikmati saat diri mereka menjadi subjek dari teori-teori gila.

Ratusan buku, film dokumenter, dan program televisi khusus telah dirilis demi menyingkap cara kerja internal Skull and Bones. Namun, tampaknya satu-satunya cara untuk mempelajari sesuatu yang benar-benar berharga hanyalah dengan menjadi anggota organisasi itu sendiri.

sumber: allthatsinteresting.com

Share:

0 comments:

Posting Komentar