Berbeda dengan versi Hollywood, Men in Black di kehidupan nyata adalah sosok-sosok misterius yang kerap mengancam orang-orang yang melaporkan pengalaman paranormal mereka.
Pada tahun 1997, film Men in Black tayang di bioskop. Sebuah film komedi fiksi ilmiah yang diangkat dari seri komik Marvel dan dibintangi oleh Will Smith serta Tommy Lee Jones. Film ini mengisahkan tentang seorang perwira NYPD yang secara tidak sengaja mengejar alien yang menyamar, hingga akhirnya ia direkrut untuk bergabung dengan organisasi super rahasia bernama Men in Black. Tujuan organisasi ini adalah untuk menjaga agar publik tetap tidak mengetahui keberadaan pengungsi alien di Bumi.
Film tersebut sukses besar, sekuel-sekuelnya pun dibuat, dan kebanyakan orang mungkin melanjutkan hidup mereka tanpa terlalu memikirkannya lagi. Namun, bagi sekelompok penganut teori konspirasi dan ufolog, Men in Black lebih dari sekadar fiksi buatan Hollywood. Faktanya, kisah-kisah tentang Men in Black telah beredar selama setengah abad sebelum film tersebut dirilis.
Sosok Men in Black yang 'nyata' konon adalah figur misterius dan tertutup yang mengenakan setelan jas gelap. Mereka mendatangi para saksi fenomena paranormal yang aneh—biasanya, mereka yang mengeklaim telah melihat UFO.
MIB biasanya muncul dalam kelompok berisi dua atau tiga orang, dan konon mereka mengancam para saksi untuk memastikan agar mereka tetap bungkam mengenai apa yang telah mereka lihat. Beberapa orang mengeklaim bahwa MIB adalah agen pemerintah, namun yang lain percaya bahwa mereka sebenarnya adalah alien penyamar yang bisa berubah wujud.
Dalam kedua skenario tersebut, mereka yang mengaku pernah berurusan dengan Men in Black yang asli tidak akan bisa melupakan pengalaman itu dengan mudah.
Pada tahun 1956, Gray Barker menerbitkan buku berjudul They Knew Too Much About Flying Saucers (Mereka Tahu Terlalu Banyak Tentang Piring Terbang). Dalam buku tersebut, ia menyusun serangkaian laporan dari orang-orang yang mengeklaim pernah berpapasan dengan alien sebelum akhirnya didatangi oleh pria-pria asing dengan setelan jas gelap.
![]() |
| Sampul buku karya penulis Gray Barker, They Knew Too Much About Flying Saucers, yang mengupas tuntas sosok nyata Men in Black pada akhir tahun 1950-an. |
Berdasarkan laporan Barker, penyebutan pertama tentang Men in Black dapat ditelusuri kembali ke tanggal 27 Juni 1947, pada seorang pria bernama Harold Dahl dalam peristiwa yang kemudian dikenal sebagai Insiden UFO Pulau Maury.
Menurut pengakuan Dahl, saat itu ia sedang dalam misi konservasi untuk mengumpulkan kayu gelondongan bersama putranya, Charles, di dekat pantai timur Pulau Maury, Washington, di wilayah Puget Sound. Dahl mengeklaim bahwa saat ia sedang bekerja, ia melihat enam objek berbentuk donat melayang di udara, sekitar setengah mil di atas kapalnya. Sebelum ia sempat memahami apa yang ia lihat, salah satu objek tersebut jatuh dari langit dan menjatuhkan hujan puing-puing logam.
Beberapa puing logam tersebut mengenai Charles, dan Dahl sempat mengambil beberapa foto dari objek terbang itu. Setibanya di darat, Dahl menunjukkan foto-foto tersebut kepada pengawasnya, Fred Crisman. Crisman awalnya merasa ragu. Namun, saat ia pergi untuk menyelidiki tempat kejadian secara langsung, ia dikabarkan melihat sendiri salah satu objek terbang aneh itu sedang melayang di hadapannya.
![]() |
| Ilustrasi seniman mengenai Insiden UFO Pulau Maury. |
Keesokan paginya, Dahl mengeklaim didatangi oleh seorang pria berjas hitam yang mampu mendeskripsikan pengalaman Dahl dengan detail yang sangat akurat dan mengerikan.
Pria itu kemudian berkata kepadanya: 'Apa yang telah saya katakan adalah bukti bagi Anda bahwa saya tahu jauh lebih banyak tentang pengalaman Anda ini daripada yang ingin Anda percayai.'
Sebelum pergi, pria itu memperingatkan Dahl bahwa hal-hal buruk akan menimpa dirinya jika ia berani membicarakan insiden tersebut kepada siapa pun.
Meskipun Dahl dan Crisman di kemudian hari menyatakan bahwa insiden tersebut adalah hoaks, hal itu tidak banyak menghentikan para penganut teori konspirasi dan ufolog untuk terus menyelidikinya.
Harus diakui, Insiden Pulau Maury kurang mendapat perhatian hingga buku Barker diterbitkan—namun cara Barker menghubungkan kisah Dahl dengan cerita seorang pemuda bernama Albert K. Bender-lah yang benar-benar memicu kegandrungan publik terhadap Men in Black
Albert Bender dan International Flying Saucer Bureau
Pada tahun 1952, Albert Bender mendirikan sebuah organisasi yang dikenal sebagai International Flying Saucer Bureau (Biro Piring Terbang Internasional), sebuah proyek berumur pendek yang paling dikenal lewat majalah yang diterbitkannya, Space Review. Dalam edisi Space Review tahun 1953, menurut laporan Live Science, Bender mengeklaim bahwa ia telah dikunjungi oleh 'tiga pria yang mengenakan setelan jas gelap'. Pria-pria tersebut, katanya, memerintahkannya untuk berhenti menerbitkan informasi mengenai UFO.
Pada tahun yang sama, Space Review berhenti terbit sepenuhnya, dan International Flying Saucer Bureau pun bubar. Banyak pihak berasumsi bahwa Bender memang sudah berencana untuk berhenti menerbitkan majalahnya, mengingat publikasi tersebut tidak menghasilkan banyak uang.
Meski demikian, kisah Bender menarik perhatian Gray Barker, dan laporan tersebut menjadi satu lagi kesaksian dalam buku They Knew Too Much About Flying Saucers yang menampilkan sosok Men in Black.
Dalam bukunya, Barker menceritakan kembali pengalaman Bender, menggambarkan Men in Black sebagai: 'Tiga pria berjas hitam dengan ekspresi mengancam di wajah mereka. Tiga pria yang mendatangi Anda dan mengajukan tuntutan tertentu. Tiga pria yang tahu bahwa Anda mengetahui apa sebenarnya piring terbang itu!'
Buku Gray Barker Membantu Menyebarkan Kisah Men In Black
Mereka yang percaya pada konspirasi UFO sering kali menganggap keberadaan Men in Black sebagai semacam bukti bahwa fenomena ini nyata—logikanya, jika seorang saksi diancam, hal itu justru membuat kesaksian mereka semakin meyakinkan. Lagipula, mengapa ada pihak yang mencoba membungkam sesuatu jika hal itu tidak benar?
Pada titik ini, UFO telah berevolusi dari sekadar kolom tabloid pinggiran di surat kabar menjadi berita halaman utama. Ini adalah tahun-tahun setelah insiden UFO Roswell yang terkenal di New Mexico, dan buku Barker tidak dipandang sebagai sebuah manifesto konspirasi, melainkan lebih sebagai kumpulan jenis folklor (cerita rakyat) baru.
![]() |
| Sosok alien Gort yang berdiri di samping pesawat ruang angkasanya dalam film tahun 1951, The Day the Earth Stood Still. |
Pemahaman mengenai fenomena UFO dan Men in Black sebagai bagian dari folklor atau mitologi budaya diperkuat oleh laporan tahun 1957 dari psikoanalis ternama Carl Jung yang berjudul, 'Flying Saucers: A Modern Myth of Things Seen in the Skies' (Piring Terbang: Mitos Modern tentang Benda-Benda yang Terlihat di Langit).
Meskipun Jung tidak pernah berargumen mendukung atau menentang keberadaan UFO, ia mencatat: 'Zaman kita dicirikan oleh fragmentasi, kebingungan, dan kekalutan... Di masa-masa seperti itulah mata manusia berpaling ke langit untuk meminta pertolongan, dan tanda-tanda ajaib pun muncul dari tempat yang tinggi.'
Bahkan, dalam ensiklopedia UFOs and Popular Culture, ahli folklor James Lewis menulis tentang Barker: 'Barker menganggap dirinya sebagai seorang penghibur dan ahli folklor ketimbang seorang pelapor fakta; ia adalah penulis berbakat dengan selera humor yang lembut dan bersahaja.'
Seiring berjalannya waktu, mitologi mengenai UFO terus berevolusi. Semakin banyak orang yang muncul dan mengeklaim telah melihat alien atau objek misterius di langit, dan banyak dari insiden ini menjadi pusat perhatian yang memikat dengan sendirinya.
Mitologi UFO dan Men in Black Telah Berevolusi 'Layaknya Permainan Pesan Berantai'
![]() |
| Empat objek bercahaya tak dikenal yang diduga muncul di langit pada pukul 09.35 pagi tanggal 15 Juli 1952, di atas sebuah tempat parkir di Salem, Massachusetts. |
Kisah-kisah UFO juga berevolusi secara budaya, seiring dengan semakin banyaknya film, acara televisi, novel, komik, dan akhirnya video gim yang membawa tema UFO dan kehidupan luar angkasa ke tingkat yang lebih tinggi.
Pada tahun 1962, Albert Bender merilis bukunya sendiri yang secara khusus membahas tentang Men in Black, berjudul Flying Saucers and the Three Men. Kata-kata Bender sendiri menggambarkan citra Men in Black yang jauh lebih kelam dan mengerikan:
"Mereka melayang sekitar 30 sentimeter di atas lantai... Penampilan mereka menyerupai pendeta, namun mengenakan topi yang mirip dengan gaya Homburg. Wajah-wajah mereka tidak terlihat jelas, karena sebagian tersembunyi dan terbayangi oleh topi tersebut... Mata ketiga sosok itu tiba-tiba menyala terang seperti bola lampu senter... Tatapan itu seolah membakar hingga ke dalam jiwa saya, sementara rasa sakit di atas mata saya menjadi nyaris tak tertahankan.
Sebagaimana banyak hal lain dalam perbincangan mengenai UFO, sosok Men in Black pun berubah seiring waktu. Mereka tidak lagi sekadar agen pemerintah yang memberikan peringatan—mereka telah menjadi entitas misterius yang berdiri sendiri, tampak seperti manusia namun pada saat yang sama terasa bukan manusia.
“Transformasi kisah ini—dari laporan pers pertama menjadi dongeng rakyat, lalu komik, dan kini film layar lebar—menggambarkan bagaimana mitos itu bermetamorfosis,” tulis Phil Patton untuk New York Times pada tahun 1997, bertepatan dengan rilisnya film Men in Black.
“Proses tersebut tidak jauh berbeda dengan permainan pesan berantai anak-anak, atau apa yang disebut oleh kritikus sastra Harold Bloom sebagai inovasi melalui salah penafsiran. Masa ketika fenomena piring terbang masih baru kini telah menjadi titik acuan sejarah.”
Dalam seperempat abad sejak film Men in Black dirilis, film itu sendiri pun telah menjadi titik acuan baru. Kisah-kisah tentang Men in Black yang 'nyata' tidak lagi beredar sesering pada pertengahan abad ke-20—sebagian karena konsep itu sendiri kini telah berubah menjadi semacam lelucon.
Tetap saja, di tengah semangat zaman (zeitgeist) budaya UFO, sosok Men in Black sempat menjadi bagian kunci dalam perbincangan. Mengeklaim bahwa Anda pernah bertemu mereka sama saja dengan membuktikan bahwa Anda benar-benar telah melihat alien.
sumber: allthatsinteresting.com







0 comments:
Posting Komentar